Dino iki Hari Kartini lho Rek! Selamat Hari Kartini!
Siapa sih sebenernya sosok di balik pergerakan emansipasi wanita di Indonesia ini?
Raden Ajeng Kartini, lahir di Jepara, mengenyam pendidikan di sekolah hingga usia 12 tahun. Pada saat duduk di bangku sekolah, Kartini mempelajari Bahasa Belanda. Kartini yang merupakan anak dari seorang Bupati Jepara di zamannya berhasil mendapatkan pendidikan 12 tahun, sementara anak-anak wanita lain tidak seberuntung beliau.
Selanjutnya, Kartini menulis surat-surat dan artikel-artikel dalam Bahasa Belanda. Lewat bantuan sahabat penanya di Belanda, tulisan-tulisan tersebut diterbitkan dalam media Belanda.
Perjuangan Kartini dalam memperjuangkan pendidikan untuk wanita-wanita Jawa berlanjut dengan mimpinya untuk membuat sekolah untuk para wanita di Indonesia.
Kartini dipingit di usia muda dan menikah dengan Joyodiningrat yang jarak usianya 25 tahun. Suami Kartini memahami keinginan beliau untuk mendirikan sekolah bagi wanita di Jawa. Namun sayang, mimpi Kartini belum bisa berhasil di raihnya. Berapa hari setelah melahirkan anak yang pertama, Kartini menghembuskan nafas terakhir. Perjuangan Kartini kemudian dilanjutkan oleh saudari-saudarinya yang mendirikan Sekolah Kartini (Kartini School).
Pancen hebat tenan pahlawan sing siji iki yo rek!
Ojo lali di share nang kanca-kancamu
Siapa sih sebenernya sosok di balik pergerakan emansipasi wanita di Indonesia ini?
Raden Ajeng Kartini, lahir di Jepara, mengenyam pendidikan di sekolah hingga usia 12 tahun. Pada saat duduk di bangku sekolah, Kartini mempelajari Bahasa Belanda. Kartini yang merupakan anak dari seorang Bupati Jepara di zamannya berhasil mendapatkan pendidikan 12 tahun, sementara anak-anak wanita lain tidak seberuntung beliau.
Selanjutnya, Kartini menulis surat-surat dan artikel-artikel dalam Bahasa Belanda. Lewat bantuan sahabat penanya di Belanda, tulisan-tulisan tersebut diterbitkan dalam media Belanda.
Perjuangan Kartini dalam memperjuangkan pendidikan untuk wanita-wanita Jawa berlanjut dengan mimpinya untuk membuat sekolah untuk para wanita di Indonesia.
Kartini dipingit di usia muda dan menikah dengan Joyodiningrat yang jarak usianya 25 tahun. Suami Kartini memahami keinginan beliau untuk mendirikan sekolah bagi wanita di Jawa. Namun sayang, mimpi Kartini belum bisa berhasil di raihnya. Berapa hari setelah melahirkan anak yang pertama, Kartini menghembuskan nafas terakhir. Perjuangan Kartini kemudian dilanjutkan oleh saudari-saudarinya yang mendirikan Sekolah Kartini (Kartini School).
Pancen hebat tenan pahlawan sing siji iki yo rek!
Ojo lali di share nang kanca-kancamu
