Naik kereta api tut..tut.tut. Sopo sing saiki utawa cilikane nang endhi-endhi numpak sepur?
Stasiun Gubeng yang merupakan stasiun kereta api terbesar di Surabaya dan Jawa Timur ini bukan sekadar stasiun yang berdiri megah di daerah Gubeng. Melihat arsitektur Stasiun Gubeng lama, arek Suroboyo pasti langsung tahu bahwa banyak cerita yang menyertai stasiun ini. Stasiun ini menjadi tempat keberangkatan utama semua kereta api dari kota Surabaya.
Kilas balik ketika tahun 1878 Stasiun Gubeng ini memang dibuat untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari pelosok Jawa Timur ke Pelabuhan Tanjung Perak yang dibangun pada era yang sama. Tak banyak yang menyadari bahwa stasiun ini pernah melintasi masa ketika Surabaya membara akibat pertempuran 10 November 1945. Stasiun ini sudah berdiri sejak era kolonial Belanda. Stasiun ini sempat menjadi gerbang mobilisasi tentara Belanda ke sejumlah daerah untuk menghadapi pemberontakan.
Sebagai stasiun untuk transportasi jalan darat, Stasiun Gubeng tetap menjadi pusat utama pergerakan kereta api hingga hari ini. Gaya arsitektur khas Belanda dipertahankan di bagian Stasiun Gubeng Lama yang dilewati jalur kereta api kelas ekonomi dan untuk menampung perbesaran kapasitas penumpang maka bangunan baru ditambahkan dengan arsitektur gaya modern sebagai penanda peralihan zaman. Menarik, bukan?
Stasiun Gubeng yang merupakan stasiun kereta api terbesar di Surabaya dan Jawa Timur ini bukan sekadar stasiun yang berdiri megah di daerah Gubeng. Melihat arsitektur Stasiun Gubeng lama, arek Suroboyo pasti langsung tahu bahwa banyak cerita yang menyertai stasiun ini. Stasiun ini menjadi tempat keberangkatan utama semua kereta api dari kota Surabaya.
Kilas balik ketika tahun 1878 Stasiun Gubeng ini memang dibuat untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari pelosok Jawa Timur ke Pelabuhan Tanjung Perak yang dibangun pada era yang sama. Tak banyak yang menyadari bahwa stasiun ini pernah melintasi masa ketika Surabaya membara akibat pertempuran 10 November 1945. Stasiun ini sudah berdiri sejak era kolonial Belanda. Stasiun ini sempat menjadi gerbang mobilisasi tentara Belanda ke sejumlah daerah untuk menghadapi pemberontakan.
Sebagai stasiun untuk transportasi jalan darat, Stasiun Gubeng tetap menjadi pusat utama pergerakan kereta api hingga hari ini. Gaya arsitektur khas Belanda dipertahankan di bagian Stasiun Gubeng Lama yang dilewati jalur kereta api kelas ekonomi dan untuk menampung perbesaran kapasitas penumpang maka bangunan baru ditambahkan dengan arsitektur gaya modern sebagai penanda peralihan zaman. Menarik, bukan?
