Sungai Kalimas saksi sejarah’e Suroboyo ket biyen. Eruh ceritone ora? Berbicara tentang kota Surabaya pasti tak lepas dari Kalimas. Menyusuri sejarahnya, Kalimas benar-benar berperan penting pada abad ke-18 ketika Surabaya menjadi kota perdagangan dan berdagang lewat jalur kapal itu sangat penting bagi para pedagang. Pada waktu itu, Sungai Kalimas dilalui oleh beragam sampan dan perahu pedagang yang mengangkut hasil bumi dan barang-barang untuk dijual. Jalur sungai Kalimas pun melewati berbagai pabrik dan gudang yang aktif. Begitu pentingnya, saat dikuasai VOC dulu, Kalimas membawa komoditi dan hasil tangkapan nelayan dari pelabuhan Tanjung Perak ke Kembang Jepun dan Kayun yang saat itu merupakan pusat kota.
Nama ‘Kalimas’ merupakan paduan dari Bahasa Jawa yaitu ‘Kali’ yang berarti sungai dan ‘Mas’ yang berarti emas, mengacu pada warna coklat keemasan. Kalimas ini adalah pecahan sungai Brantas yang berhulu di Mojokerto, mengalir ke timur laut dan bermuara di Surabaya menuju Selat Madura.
Kini Kalimas direvitalisasi oleh pemerintah Surabaya sebagai salah satu cagar budaya dan tempat wisata. Pemerintah Surabaya mengusahakan sejarah Kalimas lebih dikenal oleh rakyatnya. Nah, saiki wes paham to penting’e Kalimas iki.
Nama ‘Kalimas’ merupakan paduan dari Bahasa Jawa yaitu ‘Kali’ yang berarti sungai dan ‘Mas’ yang berarti emas, mengacu pada warna coklat keemasan. Kalimas ini adalah pecahan sungai Brantas yang berhulu di Mojokerto, mengalir ke timur laut dan bermuara di Surabaya menuju Selat Madura.
Kini Kalimas direvitalisasi oleh pemerintah Surabaya sebagai salah satu cagar budaya dan tempat wisata. Pemerintah Surabaya mengusahakan sejarah Kalimas lebih dikenal oleh rakyatnya. Nah, saiki wes paham to penting’e Kalimas iki.
